Tampilkan postingan dengan label Noura Books. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Noura Books. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 November 2017

Menginsyafi Perkara Jodoh



Menginsyafi Perkara Jodoh



Judul Buku  :  Menemukan Soulmate Pilihan Allah
Penulis        :  Faizal Ainul Adha
Penerbit       :  Penerbit Noura Books
Cetakan       :  Pertama,  Februari 2017
Tebal           :  168 halaman
ISBN           :  978-602-385-241-3

Membangun Masyarakat Melalui Adab Pergaulan



Membangun Masyarakat Melalui Adab Pergaulan




Judul Buku  :  Gaul Cara Nabi
Penulis        :  Muhammad bin Abdurrahman
Penerbit       :  Penerbit Noura
Cetakan       :  Pertama,  Februari 2017
Tebal           :  194 halaman
ISBN           :  978-602-385-244-4

Warsito dan Masa Depan Penyakit Kanker



Warsito dan Masa Depan Penyakit Kanker




 
Judul Buku  :  Setrum Warsito
Penulis        :  Fenty Effendy
Penerbit       :  Penerbit Noura Books
Cetakan       : Pertama, Mei 2017
Tebal           : XIX+ 317 halaman
ISBN           :  978-602-385-274-1

Selasa, 11 Agustus 2015

Tips-tips Kesehatan dari Rasul



Tips-tips Kesehatan dari Rasulullah




Judul Buku  : Sehat Ala Nabi
Penulis        : dr. Mohammad Ali Toha Assegaf
Penerbit       : Penerbit Noura Books
Cetakan       : Pertama, Februari 2015
Tebal           : 185 halaman
ISBN           : 978-602-0989-49-5

Selasa, 17 Maret 2015

Mukjizat Bakti kepada Orangtua



Mukjizat Bakti kepada Orangtua



Judul Buku  :  Ada Surga di Rumahmu Mukjizat Orangtua Sempurnakan Suksesmu
Penulis        :  Ustadz Ahmad Al Habsyi
Penerbit       :  Penerbit Noura Books
Cetakan       :  Cetakan Pertama, Juni 2014
Tebal           :  151 halaman
ISBN           :  978-602-1306-41-3

Rabu, 03 September 2014

Langkah Cerdas Atasi Penyakit Paling Mematikan



Langkah Cerdas Atasi Penyakit Paling Mematikan


Judul Buku  :  Save Your Live (Mengatasi 9 Penyakit Paling Mematikan)
Penerjemah  :  Rani Ekawati
Penulis        :  Prof. Michael Kidd & Prof. Leanne Rowe
Penerbit       :  Penerbit Noura Books
Cetakan       :  Cetakan Pertama, Mei 2014
Tebal           :  227 halaman
ISBN           :  978-602-1606-42-1

Dengan teknologi kesehatan yang semakin canggih, angka harapan hidup manusia sebenarnya terus meningkat. Namun hal itu jangan sampai berarti bahwa kita bisa berumur panjang, tetapi sakit-sakitan, bergantung pada obat, atau bahkan mengalami disabilitas ketika tua. Buku ini akan mengajari kita langkah apa saja yang bisa membuat lebih sehat dan bugar serta terbebas dari sembilan penyakit utama yang paling banyak membawa kematian.
Langkah pertama yang dianjurkan adalah pemeriksaan kesehatan (hal. 2), dari mulai lingkar pinggang dan indeks massa tubuh, tekanan darah, dan tes urine. Langkah kedua yakni mengetahui riwayat kesehatan keluarga (hal. 24). Hal ini dimaksudkan guna memudahkan saat berkonsultasi dengan dokter untuk membuat rencana kesehatan pribadi menyeluruh untuk skrining beberapa penyakit umum yang bisa dicegah berdasar riwayat medis dan riwayat keluarga. Ketiga adalah dengan memperbaiki diet (hal. 32). Penurunan berat badan dan kondisi sehat jangka panjang sebaiknya dicapai melalui diet yang sesuai, disertai dengan perubahan gaya hidup. Olahraga adalah langkah keempat yang dianjurkan (hal. 52). Bagaimana memilih olahraga yang sesuai, berapa lama porsinya, serta tips untuk mematuhi rencana berolahraga, dibeberkan detail mengingat pentingnya aktivitas fisik ini demi pencegahan penyakit dan kesehatan jangka panjang. Langkah selanjutnya adalah mengurangi segala perilaku berisiko, baik untuk jangka panjang apalagi yang jangka pendek (hal. 62). Beberapa kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi alkohol, penyalahgunaan psikotropika, seks bebas, atau tak memerhatikan keselamatan saat berkendara di jalan raya, alangkah baiknya diganti dengan kegiatan-kegiatan positif yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Di Australia, biaya kesehatan langsung akibat merokok konon mencapai 1,1 miliar dolar per tahun. Bisa dibayangkan jika dana itu dialihkan ke bidang lain yang lebih membutuhkan. Langkah terakhir yang dianjurkan adalah merespons kondisi darurat dengan cepat (hal. 90). Banyak orang yang mendapat pengobatan sejak awal setelah serangan jantung atau stroke akan tetap menjalani kehidupan normal. Banyak kanker dapat disembuhkan, deteksi dini diabetes, penyakit jiwa, atau osteoporosis, dapat disembuhkan dengan perubahan gaya hidup yang mudah.
Di bagian kedua buku ini, Anda akan diingatkan mengenai bahaya sembilan besar penyakit yang paling banyak membawa kematian. Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian dan disabilitas nomor satu. Sekitar 3,4 juta orang Australia dan 7,6 juta orang Indonesia tercatat mengalami gangguan ini setiap tahunnya (2013). Penyakit ini dapat dicegah dan diobati dengan penanganan faktor risiko yang meliputi; kebiasaan merokok, jarang melakukan aktivitas fisik, tekanan darah tinggi, obesitas, kolesterol tinggi, diabetes, dan apnea tidur obstruktif. Stroke adalah pembunuh utama selanjutnya. Hampir sama dengan penanganan penyakit jantung, pengendalian faktor risiko dan deteksi dini bisa sangat menurunkan peluang. Kanker adalah momok berikutnya, di mana setiap tahun diperkirakan terdapat 100 penderita per 100.000 penduduk (Yayasan Kanker Indonesia, 2013). Disusul penyakit paru yang jumlah penderitanya meningkat 20% setiap tahun seiring peningkatan jumlah perokok. Penyakit selanjutnya adalah depresi, di mana kita dianjurkan proaktif melindungi diri dengan menantang pikiran negatif, lebih sering bersantai dan berolahraga, memelihara hubungan pribadi, tidur nyenyak, konsumsi makanan bergizi, dan mencari pertolongan sesegera mungkin. Konseling psikologis, terapi perilaku kognitif dan obat antidepresan merupakan penanganan paling efektif. Demensia (kepikunan), diabetes, dan osteoporosis, juga masuk dalam sembilan penyakit mematikan ini. Diselipi beberapa pengalaman nyata serta bagaimana cara efektif pendeteksian dini dan pencegahannya, buku ini sungguh layak menjadi pegangan keluarga yang ingin lebih produktif dan bahagia. Maukah Anda menyelamatkan diri dan orang-orang yang Anda cintai?*


(Nur Hadi, Jateng Pos, Minggu 31 Agustus 2014)

Sabtu, 26 Juli 2014

Nasionalisme di Negeri Paman Sam



Nasionalisme di Negeri Paman Sam


Judul Buku  :  Kopi Sumatera di Amerika
Penulis         :  Yusran Darmawan
Penerbit        :  Penerbit Noura Books
Cetakan         :  Cetakan Pertama,  Desember 2013
Tebal             :  XIII + 251 halaman
ISBN             :  978-602-1606-08-7

Kita semua tentu sudah mafhum, bahwa Amerika Serikat adalah sebuah negara yang sudah mendapatkan cap keadidayaan dalam segala hal, baik ekonomi, budaya, terutama dalam kekuatan militer. Melalui buku bergaya catatan harian karya Yusran Darmawan, tak berlebihan rasanya jika Pepih Nugraha, yang seorang jurnalis senior itu berkata bahwa catatan ini ibarat mata, telinga, dan hati anak bangsa Indonesia di Amerika. Sebab, saat Anda menamatkan baca buku ini, tahulah bahwa di balik keadidayaan Amerika itu ternyata menyimpan banyak kelemahan yang patut pula dijadikan pelajaran.
Buku ini terbagi lima bagian, di mana penulis mengelompokkan catatan-catatannya berdasarkan kesamaan tema. Yang paling menarik, salah satunya adalah pada bagian ketiga, di mana penulis bercerita perihal beberapa borok Amerika. Tengok saja ketika Yusran bercerita tentang gerakan Occupy Washington oleh kaum yang menamakan dirinya sebagai kaum 99%, simbolisasi bahwa mereka berasal dari kelompok mayoritas negeri itu yang menuntut haknya atas golongan 1% yang menguasai ekonomi. Saat melintas di depan Ronald Reagan World Center, ia terheran-heran dengan banyaknya tenda yang berisi kaum jembel (halaman 114). Hal itu menjadi seperti daki kota yang mengingatkan dengan Jakarta. Banyak pula pengemis (yang tak hanya berkulit hitam) berkeliaran di ibukota negara, dengan menggunakan beragam cara. Kependudukan, sepertinya selalu menjadi masalah yang sama bagi semua ibukota negara-negara berpenduduk besar. Apa yang disebut ekonom WW Rostow (1916-2003) high mass consumption, yakni masyarakat yang memiliki tingkat konsumsi tinggi karena berkecukupan, adalah ide yang tampaknya sulit untuk dibuktikan. Kenyataan ini membuat pandangan Yusran berubah total, dari mengira bahwa Amerika adalah seperti yang tergambar pada apa yang ia saksikan dalam film-film Hollywood. Kemudian ia (baru) tahu kalau ternyata Amerika pun sedang berjuang mengatasi masalah homeless yang jumlahnya terus membengkak. Pada tahun 1980-an, dari yang jumlahnya mereka hanya sekitar 200 hingga 500 ribu orang, namun di tahun 2009 naik menjadi 1,56 juta orang (halaman 136).
Tak hanya itu. Penulis kemudian juga menangkap kesedihan lain yang dialami bangsa Indian yang terdengar lirih karena ketergusuran mereka. Banyak ritual dan warisan kebudayaan leluhur bangsa yang merupakan penduduk asli benua itu mengalami penciutan makna hanya menjadi sekadar komoditas festival (halaman 150). Tanpa disadari penghapusan entitas kebudayaan tampaknya tengah terjadi, modernitaslah pelakunya. Gejala ini, kelihatannya akan menjadi masalah yang juga akan dihadapi oleh semua negara majemuk yang memiliki beragam etnis suku bangsa.
Mengapa buku ini mengambil judul Kopi Sumatera di Amerika pun perlahan mulai  terpahami. Tampaknya, penulis menginginkan bangsa Indonesia tak terlalu memelihara sikap inferior ketika berhadapan dengan segala yang berbau Amerika. Saat berkunjung ke Walmart, raksasa ritel di AS, penulis sempat menemukan beberpa jaket berlabel Made in Indonesia. Ia juga menjumpai kopi racikan khas Sumatera yang turut terpajang di jajaran rak kopi terbaik. Kopi-kopi itu juga ia jumpai di sebuah kedai kopi di tepi Court Street di Athens (halaman 71). Pada bagian kedua buku ini, penulis sengaja merangkum beberapa hasil budaya Indonesia yang justru membuat orang-orang Amerika merasa kagum padanya. Hasil budaya itu mampu memberikan perspektif baru mereka pada negara-negara lain. Batik, wayang kulit, angklung, adalah beberapa contoh hasil kebudayaan Indonesia yang berhasil mencuri simpati warga Amerika.
Namun penulis juga tak lupa menyajikan beberapa hal yang bisa kita ambil contoh dari Amerika. Di tanah air, ujian akhir sering menjadi ajang ‘pembantaian’, yang bertujuan mencari sebanyak mungkin kesalahan si anak didik. Ujian tak dijadikan sebagai arena untuk menemukan inspirasi dari pengalaman seorang mahasiswa yang sedang belajar menemukan dirinya di tengah kehidupan yang demikian sulit. Anda mungkin akan sedikit terkejut ketika mengetahui bahwa di tingkat sarjana dan magister di AS, ujian bukanlah hal wajib. Mahasiswa memiliki kebebasan memilih antara; (1) ujian skripsi atau tesis, (2) proyek profesional bisa dalam bentuk film dokumenter, tulisan jurnal, presenstasi ilmiah, dll (3) ujian komprehensif dalam bentuk tulisan (halaman 24). Maka, tak heran kalau kita sering mendapati skripsi hasil jiplakan atau bikinan jasa pembuat skripsi, dari para sarjana kita.***

(Nur Hadi, Koran Muria, Minggu... 2014)