Tampilkan postingan dengan label Kontemplasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontemplasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juli 2023

Media Sosial

 Di media sosial itu

Mereka begitu gembiranya membebaskan prasangka-prasangka

Tanpa pernah mau tahu, apalagi peduli

Efek domino yang segaris dengan dosa jariyah. Yang permintaan maaf pun belum tentu sanggup menghapus semua bekasnya.

Bisakah membicarakan permasalahan seseorang di media sosial?

Media turut menyumbang kesalahan ini.

Padahal semua yang dibicarakan baru sekadar praduga.

Bahkan yang sudah terjadi pun belum tentu demikian kejadiannya, sebab kebenaran adalah subjektivitas. Yang dalam ilmu linguistik termasuk dalam deret penanda kosong. Siapa pun memiliki definisi dan versi kebenaran masing-masing, sesuai kadar ilmu masing-masing. Maka dalam itu, membicarakan orang lain, menuduh orang lain, dalam media sosial, adalah sama dengan mengabaikan hak orang lain. Pembicaraan yang dilakukan secara terus-menerus, tanpa tabayun, akan menutup kebenaran. Tidakkah ini mengerikan? Oh, tentu saja tidak bagi para penguasa media sosial.

Berbahagialah bagi yang kuat memegang prinsip.

 Bahwa segala penyakit memang seringkali berupa yang keluar dari dan masuk ke mulut.


Kamis, 13 April 2023

Orang Jenius

 Siapa sih orang jenius itu? Tanya Anji Drive.


Tidak ada orang "jenius".

Orang jenius adalah orang yang paling banyak referensinya.


~Raim Laode, dalam wawancara Podcast Dunia MANJI

Minggu, 02 Mei 2021

Antara Buku-Buku Gramedia, Aku, dan Cita-Cita yang Absurd Itu

 

 


 

Mengapa judul tulisan bebas ini saya beri judul sepanjang kereta api? Ya, lantaran isinya juga sama. Perihal cita-cita. Menurutku cita-cita adalah sesuatu yang panjang. Sesuatu yang tak pernah akan selesai.

Tidak percaya? Hehe, boleh-boleh saja. Boleh jadi, dirimu memang sudah meraih apa yang kau cita-citakan 5 tahun, 8 tahun, 10 tahun, atau bahkan 15 tahun silam. Aku dulu juga pernah seperti itu. Ingin tahu apa cita-citaku dulu—sewaktu aku masih SD?