Melihat
Adi Zamzam
Aku
melihatnya sebulanan silam, ketika Ibu mengantarkan ke klinik Dokter Tio untuk check-up rutin paru-paru basah yang
kuderita. Ia berdiri di ambang pintu seraya tersenyum manis ke arahku. Kupikir
karena tingkah lakunya yang amat mencurigakan, maka aku pun terus memerhatikannya
sama seperti dirinya yang terus memerhatikan orang-orang yang masuk ke klinik.
Kecurigaanku
semakin bertambah tatkala aku melihat sesuatu dalam genggamannya. Ibu tak memedulikan
tarikan tanganku saat kutunjukkan bahwa orang yang berkelakuan mencurigakan itu
menempelkan benda(hidup?) di tangannya ke punggung, lengan, kepala, juga dada,
beberapa orang yang lewat di depannya.