Senin, 02 Januari 2017

Bayang-bayang Itu Terus Mengikutinya



Bayang-bayang Itu Terus Mengikutinya



Sebuah pertemuan yang tak bisa ia lupakan. Dekat waktu tengah malam, lampu-lampu di beberapa losmen kawasan puncak itu dipadamkan, dan akhirnya keadaan menjadi sunyi senyap. Ia merasa sungguh kehabisan tenaga. Ia masih merasa berhadap-hadapan dan bercakap-cakap dengan beberapa orang sewaktu ia membaringkan badan untuk beristirahat. Bahkan ketika kelopak matanya telah mengatup, percakapan itu tak juga mau pergi dari telinganya.
Dan beberapa malam sesudah itu, terdengar suara tersedu-sedu memecahkan kedamaian mimpi yang amat ia inginkan. Ia memasang pendengaran baik-baik, bangun dari tempat tidur dan mengikuti arah suara itu melalui ruangan-ruangan kosong dan sunyi, sampai akhirnya ia berdiri di pintu yang membatasi ruang tengah dengan ruang tamu.