Bayang-bayang Itu Terus Mengikutinya
Sebuah
pertemuan yang tak bisa ia lupakan. Dekat waktu tengah malam, lampu-lampu di
beberapa losmen kawasan puncak itu dipadamkan, dan akhirnya keadaan menjadi
sunyi senyap. Ia merasa sungguh kehabisan tenaga. Ia masih merasa
berhadap-hadapan dan bercakap-cakap dengan beberapa orang sewaktu ia
membaringkan badan untuk beristirahat. Bahkan ketika kelopak matanya telah
mengatup, percakapan itu tak juga mau pergi dari telinganya.
Dan
beberapa malam sesudah itu, terdengar suara tersedu-sedu memecahkan kedamaian
mimpi yang amat ia inginkan. Ia memasang pendengaran baik-baik, bangun dari
tempat tidur dan mengikuti arah suara itu melalui ruangan-ruangan kosong dan
sunyi, sampai akhirnya ia berdiri di pintu yang membatasi ruang tengah dengan
ruang tamu.
